Belum Ditemukan Obatnya, Ini Dia Penanganan Terbaik untuk HIV dan AIDS
Kesehatan

Belum Ditemukan Obatnya, Ini Dia Penanganan Terbaik untuk HIV dan AIDS

Kasus HIV dan AIDS di Indonesia menurut data dari Kemenkes RI menunjukkan pada Januari sampai Maret 2017 tercatat lebih dari 10.000 laporan terinfeksi HIV, dan lebih dari 650 terkena kasus AIDS.

Di Indonesai, penularan dan penyebaran HIV ini lebih banyak disebabkan karena hubungan intim dan penggunaan jarum suntik secara bergantian. Jarum yang kurang steril ini biasanya dipakai untuk pemakaian narkoba. Dari kasus ini, kita sama-sama belajar agar tidak tertular virus HIV dan AIDS yang merusak sistem kekebalan tubuh kita.

Nah, perlu Anda ketahui, HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan jenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang kemudian bisa melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.

Sementara AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kumpulan dari gejala yang muncul data infeksi HIV sudah sangat parah. Akibat infeksi HIV yang tidak ditangani dengan baik, maka bisa memunculkan infeksi AIDS. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi pun sudah hilang sepenuhnya.

Meskipun obat atau metode penanganan HIV belum ditemukan, namun pengidap HIV bisa memperlambat perkembangan penyakit tersebut, sehingga penderita bisa menjalani hidup dengan normal dan meningkatkan harapan hidup penderita. Selain itu, dengan penanganan HIV secara tepat dan terbaik, maka bisa meminimalisir munculnya gejala AIDS.

Gejala HIV dan AIDS

HIV tidak akan langsung merusak organ tubuh Anda, dan lebih menyerang ke sistem kekebalan tubuh dan melemahkannya secara bertahap hingga tubuh Anda menjadi rentan terkena penyakit. Pada umumnya, kemunculan virus ini memakan waktu 2 hingga 15 tahun sampai muncul gejala yang pasti.

Beberapa gejala infeksi HIV yang muncul biasanya berupa demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, hilangnya berat badan secara perlahan, dan terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, pangkal paha, atau pun tenggorokan.

Jika penanganan HIV tidak tepat, maka bisa makin parah menjadi AIDS yang memunculkan gejala sebagai berikut:

  • Infeksi jamur di organ pencernaan yang umumnya muncul sariawan yang diikuti dengan adanya lapisan keputihan dan tebal pada lidah ataupun mulut.
  • Infeksi jamur juga bisa terjadi di vagina yang parah dan berulang.
  • Terkena radang panggul kronis.
  • Sering mengalami kelelahan yang ekstrem yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, diiringi dengan pusing atau sakit kepala.
  • Berat badan bisa turun lebih dari 5 kilogram bukan karena diet atau olahraga.
  • Mudah mengalami memar.
  • Sering diare, demam, dan berkeringat di malam hari.
  • Terjadi pembengkakan dan pengerasan kelenjar getah bening di bagian tenggorokan, ketiak, dan pangkal paha.
  • Batuk kering secara berulang dan sesak napas.
  • Terjadi pendarahan di bagian mulut, hidung, kulit, anus, atau vagina tanpa penyebab yang pasti.
  • Sering muncul ruam-ruam pada kulit dan tidak biasa.
  • Mengalami mati rasa yang parah.
  • Nyeri pada bagian tangan atau kaki.
  • Kendali otot, kekuatan otot dan refleks berkurang bahkan bisa saja menghilang, dan mengalami kelumpuhan.
  • Kebingungan, perubahan kepribadian, dan menurunnya kemampuan mental.

Selain beberapa gejala HIV dan AIDS tersebut, ada juga kemungkinan muncul gejala lainnya. Jika gejala yang muncul cukup parah, segera periksakan ke dokter untuk konsultasi.

Diagnosis dan Penanganan HIV dan AIDS

Bagi Anda yang sedang mencari penanganan yang tepat untuk infeksi HIV dan AIDS, Anda bisa konsultasi terlebih dahulu di Halodoc. Halodoc adalah salah satu solusi kesehatan terlengkap di Indonesia. Anda bisa langsung bertanya dengan dokter umum dan dokter spesialis kapan saja dan di mana saja. Bahkan Anda bisa menemukan dokter yang tepat dan nyaman untuk kesembuhan penyakit Anda.

Anda juga bisa membeli obat maupun vitamin secara cepat, dan langsung diantar ke tempat tujuan dalam waktu 60 menit. Untuk berkunjung ke rumah sakit pun juga akan lebih mudah.

Hal ini sangat cocok bagi Anda yang tidak bisa keluar rumah, apalagi saat pandemi COVID-19 ini. Mumpung saat ini masih ada banyak promo dan penawaran menarik, Anda bisa memanfaatkannya dengan baik untuk mendapatkan tubuh yang seimbang dan sehat dengan lebih mudah, efektif, dan efisien.

Halodoc juga membuka jasa untuk pelayanan penanganan infeksi HIV dan AIDS, yakni dengan mendiagnosisnya terlebih dahulu, kemudian menentukan langkah pengobatan terbaik.

Langkah-langkah dalam melakukan diagnosis HIV dan AIDS adalah sebagai berikut:

1. Dokter akan mengambil sampel darah dan urine untuk dites di laboratorium.

2. Melakukan tes antibodi yang bertujuan untuk mendeteksi antibodi yang dihasilkan oleh tubuh untuk melawan infeksi HIV. Tes ini perlu waktu 3-12 minggu agar jumlah antibodi yang akan dideteksi jumlahnya sudah cukup untuk pemeriksaan.

3. Melakukan tes antigen. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi protein yang menjadi bagian dari virus HIV. Tes dilakukan 2-6 minggu setelah penderita dicurigai terkena HIV.

4. Jika pengidap positif terkena HIV, maka dilakukan tes lebih lanjut yakni dengan menghitung sel CD4. Sel ini merupakan bagian sel darah putih yang bisa hancur karena HIV. CD4 yang normal adalah 500-1400 sel per milimeter kubik darah. Sementara pengidap HIV di bawah 200 sel per milimeter kubik darah.

5. Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan viral load (HIV RNA) dengan menghitung RNA yang berfungsi untuk menggandakan diri.

6. Tes resistensi (kekebalan) untuk menentukan obat anti HIV yang tepat bagi penderita. Karena beberapa pengidap memiliki ketahanan terhadap obat-obatan tertentu.

Meskipun sampai saat ini kedua virus ini belum ditemukan obatnya, namun untuk penanganan HIV dan AIDS sendiri bisa dilakukan dengan cara pemberian obat antiretroviral (ARV), yang berguna untuk menghilangkan unsur yang dibutuhkan HIV dalam menggandakan diri dan mencegah HIV menghancurkan sel CD4.

Dalam pemberian obat ini, biasanya dokter akan meninjau jumlah virus dan sel CD4 untuk menilai respons pengidap terhadap pengobatan.

Penghitungan sel CD4  dilakukan tiap 3-6 bulan. Sedangkan pemeriksanaan HIV RNA sejak awal pengobatan, dilanjut tiap 3-4 bulan selama pengobatan.

Tentunya HIV ini harus segera diobati sesuai dengan resep dokter. Karena jika Anda menunda-nunda pengobatannya, maka virus tersebut dapat berkembang lebih cepat dan bisa merusak sistem kekebalan tubuh Anda. Konsultasikan apa saja gejala yang sudah pernah Anda alami, karena pemberian dosis obat menyesuaikan dengan kondisi tubuh penderita.

Dengan begitu, dokter akan lebih mudah menentukan dosis obat yang harus Anda konsumsi, dan bisa saja Anda boleh mengonsumsi lebih dari 1 obat ARV dalam sehari.

Demikian ulasan singkat mengenai gejala, diagnosis, dan penanganan HIV dan AIDS dengan cara yang tepat dan terbaik bagi penderita. Jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, maka segera konsultasikan ke dokter yang tepat agar tidak salah diagnosis dan penyakit pun bisa ditangani dengan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *