Cara Mengukur Suhu Tubuh dengan dan tanpa Termometer
Kesehatan

Cara Mengukur Suhu Tubuh dengan dan tanpa Termometer

Di masa pandemi Covid-19 ini, Anda harus ekstra hati-hati mengawasi kondisi kesehatan tubuh terlebih yang berkaitan dengan suhu tubuh. Pasalnya, suhu tubuh ini adalah ukuran dari kemampuan tubuh dalam menghasilkan dan menyingkirkan hawa panas. Dengan mengetahui ukuran suhu tubuh, maka Anda bisa mengenali gejala-gejala penyakit yang menyerang Anda. Untuk itulah, penting bagi Anda mengetahui cara mengukur suhu tubuh normal di setiap situasi dan kondisi.

Perlu Anda ketahui, sebelum Anda melakukan pengukuran suhu tubuh, Anda perlu mencatat bahkan mengingat terlebih dahulu berapa ukuran suhu tubuh normal, yakni berada di antara 36,5-37,2 derajat celcius. Biasanya, suhu tubuh akan naik hingga 0,6 derajat celcius sepanjang harinya, selama Anda beraktivitas normal.

Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan dan Penurunan Suhu Tubuh

Suhu tubuh manusia memang berubah sepanjang hari. Perubahan ini bisa naik ataupun turun. Beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan suhu tubuh normal di antaranya:

  • Aktivitas olahraga di cuaca panas.
  • Saat wanita mengalami siklus menstruasi atau data berovulasi.
  • Perubahan hormon saat menopause maupun kehamilan.
  • Pertumbuhan tubuh.
  • Siklus sirkadian dari bangun sampai tidur.
  • Setelah makan dan mengkonsumsi alkohol.
  • Perubahan cuaca maupun iklim.
  • Saat tidur nyenyak.
  • Pada saat merokok.
  • Pada saat demam, meskipun kenaikan suhu tubuhnya tidak selalu dianggap buruk.

Jika Anda mengalami hal yang demikian, maka ini masih dianggap wajar oleh medis, selagi masih bersifat biologis dan tidak memicu gangguan tubuh lainnya.

Sebab, salah satu bentuk respon tubuh saat terserang bakteri, virus, atau kuman adalah dengan melakukan perlawanan melalui sistem imun.

Hal inilah yang menyebabkan temperatur tubuh mengalami peningkatan dan kemudian memunculkan demam. Jika sistem imun Anda bagus, maka demam itu akan hilang dalam waktu yang cepat.

Dari sekian banyak faktor tersebut, tentu Anda harus tetap mengukur berapa suhu tubuh Anda saat ini, jika dirasa mengalami kenaikan dan penurunan secara signifikan.

Pasalnya, suhu tubuh yang terlalu tinggi, lebih dari 40 derajat celcius, beresiko mengalami hipertermia. Sementara jika suhu tubuh terlalu rendah, kurang dari 35 derajat celcius, beresiko mengalami hipotermia.

Cara Mengukur Suhu Tubuh dengan Termometer

Cara mengukur suhu tubuh perlu mengikuti prosedur yang tepat, mulai dari menggunakan termometer pada bagian tubuh yang tepat, tidak cepat mengangkat termometer dari tubuh, pastikan baterai termometer dalam kondisi baik, pengukuran suhu tubuh dalam kurun waktu 1 jam setelah olahraga berat atau setelah mandi air panas, serta pengukuran suhu tubuh secara oral dalam kurun waktu 20 menit setelah merokok atau minum cairan panas atau dingin, dan pastikan juga bahwa Anda mengikuti petunjuk penggunaan termometer dengan baik dan benar.

Ada berbagai jenis termometer sesuai kebutuhan dan pastinya memiliki petunjuk penggunaan yang berbeda-beda terkait cara mengukur suhu tubuh.

  1. Termometer telinga, digunakan pada bagian telinga. Hasil pengukuran terlihat di layar digital dalam hitungan detik.
  2. Termometer dahi, digunakan dengan cara ditempelkan di dahi.
  3. Termometer dot, berbentuk seperti dot bayi yang diletakkan di mulut bayi.
  4. Termometer arteri temporal, digunakan untuk mengukur temperatur tubuh pada bagian dahi.
  5. Termometer elektronik, cara mengukur suhu tubuh dengan termometer ini bisa di mulut, ketiak, atau rektum (anus).
  6. Termometer sekali pakai, dipakai hanya sekali di mulut ataupun rektum, atau bisa juga dipakai secara terus-menerus selama 48 jam dengan ditempelkan di kulit bayi.
  7. Termometer oral, digunakan di bagian mulut karena mulut dianggap bisa merepresentasikan suhu tubuh lebih akurat.
  8. Termometer rektal, digunakan melalui organ rektum atau anus yang lebih cocok dipakai bayi atau anak-anak.
  9. Termometer ketiak, cara mengukur suhu tubuh dengan termometer ini yakni dengan mengukur temperatur tubuh di dua ketiak, lalu ambil angka rata-ratanya.

Cara Mengukur Suhu Tubuh tanpa Termometer

Apabila Anda tidak punya termometer di rumah, jangan bingung, cara mengukur suhu tubuh bisa Anda lakukan dengan mengetahui gejala-gejala berikut ini:

  1. Sentuh dahi atau leher dengan menggunakan bagian punggung tangan. Rasakan apakah lebih hangat dari biasanya. Jangan gunakan telapak tangan, karena tidak sensitif terhadap perubahan suhu.
  2. Lihat kulit pipi apakah tampak lebih merah dari biasanya.
  3. Perhatikan perubahan warna urin. Jika urin berwarna kuning gelap dan bukan kuning pucat, berarti tubuh Anda butuh lebih banyak cairan.
  4. Cek apakah tubuh merasa nyeri, sakit kepala, kelelahan, rasa haus, dan bibir kering. Jika kondisi ini muncul, berarti tubuh Anda mengalami demam yang membuat suhu tubuh meningkat.
  5. Tanyakan pada orang sekitar, apakah suhu ruangan masih panas atau dingin. Karena temperatur ruangan atau lingkungan bisa mempengaruhi perubahan temperatur tubuh.
  6. Lakukan aktivitas yang sederhana seperti lari kecil, jalan, atau naik tangga. Jika tubuh merasakan lelah, bisa jadi itu tanda bahwa Anda sedang sakit.

Lalu, apa pertolongan pertama yang perlu Anda lakukan ketika suhu tubuh Anda naik atau turun? Segera minum obat paracetamol atau acetaminophen untuk membantu menurunkan temperatur tubuh Anda.

Demikian cara mengukur suhu tubuh dengan dan tanpa termometer. Hal ini perlu Anda ketahui dengan baik, karena memahami suhu tubuh sangatlah penting. Alangkah baiknya, sediakan selalu termometer di rumah, sekolah, maupun tempat kerja Anda sebagai langkah awal mendeteksi suhu tubuh apakah normal atau abnormal.

Natina
a full time digital marketer, a freelance copywriter and content writer. Lifelong learner in developing skills and mindsets to be professional, disciplined, consistent, and full of integrity.

One thought on “Cara Mengukur Suhu Tubuh dengan dan tanpa Termometer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *